Harga TBS Kelapa Sawit Jelang Lebaran, s/d 19 April 2022 Cukup Bersinar

Sabtu, 16 April 2022 11:41 harga CPO harga sawit kelapa sawit Riau harga TBS kelapa sawit
Harga TBS Kelapa Sawit Jelang Lebaran, s/d 19 April 2022 Cukup Bersinar
Harga TBS Kelapa Sawit Jelang Lebaran, s/d 19 April 2022 Cukup Bersinar

ILUSTRASI petani kelapa sawit (Bisnis.com)

YUKBIZ.COM - Menjelang lebaran, harga TBS kelapa sawit di Provinsi Riau sedikit bersinar.

Harga TBS kelapa sawit periode 13-19 April 2022 mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur.

Kenaikan terbesar terjadi pada kelompok umur 10-20 tahun sebesar Rp 48,03 per kilogram atau mencapai 1,24% dari harga minggu lalu. 

Setelah ada kenaikan, harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan naik menjadi Rp 3.914,47 per kilogram. 

Kepala Dinas Perkebunan Riau, Zulfadli, mengatakan kenaikan harga TBS ini imbas faktor internal dan faktor eksternal. 

Faktor internal naiknya harga TBS periode karena kenaikan dan penurunan harga CPO dan harga kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data.

“Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 243,50 per kilogram dari harga minggu lalu, Sinar Mas Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 248,12 per kilogram dari harga minggu lalu, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 54,00 per kilogram dari harga minggu lalu, PT. Asian Agri mengalami kenaikkan sebesar Rp. 240,65 per kilogram dari harga minggu lalu,” katanya.

Sedangkan untuk harga jual Kernel, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 64,00 per kilogram dari harga minggu lalu.

Sementara dari faktor eksternal, harga minyak sawit mentah crude palm oil (CPO) di perdagangan hari senin kembali naik.

Menurut data Refinitiv, kontrak berjangka CPO naik 6,38% selama seminggu di posisi MYR 5.921/ton. 

“Prospek ekspor yang lebih kuat untuk minyak sawit Malaysia juga mendukung harga CPO berjangka. Ada berita di lapangan bahwa ada data ekspor yang lebih kuat. Hal ini menunjukkan masih adanya minat beli dari pasar-pasar utama. Namun, kami masih menunggu laporan resmi yang akan keluar awal minggu depan,” jelasnya.

Selain itu, dia mengatakan, kontrak CPO memiliki level resistance kunci di MYR 6.000/ton pada penutupan. 

Berita Terkait