Setelah Terkoreksi 3 Bulan, Begini Prediksi Bitcoin Tahun 2022

Jum'at, 21 Januari 2022 09:47 2022 mata uang digital mata uang kripto bitcoin
Setelah Terkoreksi 3 Bulan, Begini Prediksi Bitcoin Tahun 2022
Setelah Terkoreksi 3 Bulan, Begini Prediksi Bitcoin Tahun 2022

ILUSTRASI Bitcoin

YUKBIZ.COM -Setelah lama terkoreksi, bagaimana prospek Bitcoin di tahun 2022?

Aset kripto dengan kapitalisasi terbesar, Bitcoin, masih sulit bangkit dari zona merah. Merujuk Coinmarketcap.com, Bitcoin pada pukul 07.42 WIB berada di level US$ 41.052 per BTC atau sudah terkoreksi hingga 32,57% dalam tiga bulan terakhir.

Co Founder of Zipmex Indonesia Raymond Sutanto mengatakan, pasar kripto sekarang ini masih mengikut pergerakan indeks Nasdaq, yang bergantung pada kebijakan Federal Resever. Menurut dia,  pasar saat ini sudah mengantisipasi The Fed ada empat kali menaikkan suku bunga di tahun 2022.

Ia menilai, jika The Fed tetap menaikkan sesuai rencana, ada potensi pasar akan kembali bullish. Namun jika kenaikannya lebih agresif, misalkan hingga enam kali ataupun delapan kali, tren bearish bisa berlanjut lagi.

"Bisa koreksi lebih dalam lagi, di mana harga Bitcoin turun lagi hingga paling rendah US$ 30.000 per BTC. Namun, perlu dicatat bahwa pasar sekarang berada di level suport yang kuat," jelas Raymond kepada Kontan.co.id, Kamis (20/1).

Terkait harga BTC, Raymond melihat sejak Juni 2021 hingga Januari 2022, harga BTC mengalami penurunan berbanding terbalik dengan jumlah investor jangka panjang. Jumlah investor jangka panjang justru mengalami peningkatan di tengah tren bearish Bitcoin.

"Investor jenis ini merupakan  investor yang cenderung mengumpulkan BTC. Alhasil, diproyeksi masuknya investor jangka panjang ini bisa berimplikasi positif pada harga BTC ke depan," imbuhnya.

Sementara jika dilihat dari sisi teknikal, harga Bitcoin baru saja menembus level suport-nya di US$ 42.213 sehingga diprediksi tren segera kembali turun. Investor direkomendasikan untuk tetap wait and see

Dari segi risk/reward, level US$ 40.000 punya risk/reward cukup baik, dengan target 60K dan risiko turun hingga US$ 30.000. Oleh karena itu, menurutnya ada baiknya mengalokasikan aset minimal 60% untuk mengambil posisi, dan 40% cash untuk beli lagi jika turun hingga US$ 33.000 - US$ 36.000

"Tapi sekali lagi, mohon dipahami, bahwa ini bukan saran investasi. Jadi, yang terpenting adalah selalu melakukan riset pribadi sebelum mengambil keputusan dan berinvestasi secara bertanggung jawab sesuai dengan profil risiko masing-masing," tutup Raymond (kontan)

BACA JUGA: 5 Video Motivasi Nguri-uri Nusantara, dari Sumber Kebahagiaan hingga Batu Penyedot Racun Ular

BACA JUGA: Jumlah Pertambahan Kasus Covid-19 di Riau Hanya 3 Pasien saat Omicron Menyebar

Berita Terkait