LANGKA! Uang Kuno Usia 185 Tahun di Museum Sang Nila Utama Pekanbaru, Sedang Dipamerkan 

Sabtu, 23 Oktober 2021 11:24 Museum Sang Nila Utama uang kuno Pemkot Pekanbaru sektor pariwisata Wisata Riau
LANGKA! Uang Kuno Usia 185 Tahun di Museum Sang Nila Utama Pekanbaru, Sedang Dipamerkan 
LANGKA! Uang Kuno Usia 185 Tahun di Museum Sang Nila Utama Pekanbaru, Sedang Dipamerkan 

FOTO uang kuno 185 tahun di Museum Sang Nila Utama Pekanbaru Riau. (Toko Uang Kuno Pekanbaru/ISTIMEWA)

YUKBIZ.COM, PASIRPANGARAIAN - Ini bisa menjadi alternatif liburan Anda di akhir pekan. 

Museum Sang Nila Utama memamerkan Uang Kuno berumur 185 tahun dalam bentuk koin dan uang kertas, siapa pemiliknya? Ini penjelasannya.

Museum Sang Nila Utama memamerkan Uang Kuno itu dalam program pameran keliling Uang Kuno sebagai koleksi dan edukasi bagi pelajar.

Selain itu, Museum Sang Nila Utama juga memperkenalkan Uang Kuno kepada masyarakat dan kali ini khusus masyarakat Rokan Hulu .

"Meski Uang Kuno tidak berlaku sebagai alat tukar dan jasa serta tidak diproduksi negara, manfaat mengoleksi Uang Kuno semakin lama akan melampaui nilai nominalnya," kata Bupati Rokan Hulu Sukiman .

Pameran Keliling Uang Kuno yang digelar oleh UPT Museum Sang Nila Utama dan Taman Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi Riau di Pelataran Mesjid Agung Islamic Center, Pasir Pengaraian , Rokan Hulu pada Selasa (19/10/2021).

Pembukaan Pameran Keliling Uang Kuno ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kadisparbud Rohul didampingi Kasi Pengelolaan Edi Yulisman, Sekretaris Kabid Disparbud serta ratusan pelajar di Rohul.

Atas nama Pemkab Rohul, lanjut Syofwan, Pemkab mengapresiasi Disbud Provinsi Riau yang telah melaksanakan Pameran Keliling Uang Kuno di Kabupaten Rohul, karena dapat menambah khazanah dan sebagai edukasi bagi pelajar untuk mengetahui Uang Kuno masa lalu.

"Dengan adanya Pameran Keliling Uang Kuno ini khususnya pelajar dan masyarakat dapat mengetahui uang yang pernah digunakan zaman dahulu.

Selain sebagai alat tukar uang dan jasa yang saat ini tidka berlaku, perlu dimanfaatkan sebagai uang koleksi yang saat ini tidak lagi di produksi oleh negara. Tapi semakin lama Uang Kuno melampaui jumlah nominal," kata Syofwan

Ia menghimbau kepada pelajar dan masyarakat untuk pandai-pandai menjaga warisan budaya khususnya Uang Kuno jangan sampai ke tangan kolektor asing, agar Generasi bisa melihat mata uang zaman dahulu.

Syofwan mengaku saat ini Rohul belum memiliki museum, tapi cikal bakal Museum itu ada dekat LAMR, sementara waktu museum digunakan menyatu dengan gedung LAMR, tapi koleksi yang ada Hanya berupa peralatan dan benda bersejarah yang baru hasil duplikasi.

Berita Terkait