Ketahuan, Simak Kisah Pelaku UMKM tentang Manfaat Penggunaan Aplikasi Keuangan Digital, Omzet Naik Beberapa Kali

Rabu, 01 September 2021 09:23 Kuliner Online tata kelola bisnis UMKM Indonesia keuangan digital
Ketahuan, Simak Kisah Pelaku UMKM tentang Manfaat Penggunaan Aplikasi Keuangan Digital, Omzet Naik Beberapa Kali
Ketahuan, Simak Kisah Pelaku UMKM tentang Manfaat Penggunaan Aplikasi Keuangan Digital, Omzet Naik Beberapa Kali

ILUSTRASI pelaku UMKM

YUKBIZ.COM - Saat ini banyak pelaku UMKM yang belum mengetahu manfaat aplikasi keuangan digital.

Pada masa pandemi Covid-19 seperti ini, aplikasi tersebut sangat bermanfaat. Apa saja?

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi untuk membantu pengelolaan bisnis selama pandemi Covid-19. 

Lewat penggunaan teknologi, omzet UMKM bisa naik berkali-kali lipat. 

Bayu Raja, pengusaha kuliner yang berdomisili di Jakarta, sudah mengecap "gurihnya" keuntungan usaha berkat pemanfaatan teknologi. 

Bayu belum lama terjun mengambangkan bisnis kulinernya. Ia baru memulai mengembangkan bisnisnya pada 2020, setelah dirumahkan dari tempat kerjanya. 

“Awalnya istri yang memulai bisnis kuliner, tetapi setelah saya dirumahkan akhirnya saya mengelola bisnis istri dan merambah ke bisnis kuliner lainnya. Saat ini kami memiliki tiga bisnis makanan yang berlokasi di Jakarta, yaitu Dapur Rianka Frozen Food, Rokupang Rianka, dan Bakso Meni," ujar Bayu kepada Kompas.com, Selasa (31/8/2021). 

Bayu mengakui tidak mudah mengelola 3 bisnis kuliner tanpa sistem manajemen yang baik, terutama dalam mengelola keuangan. 

BACA JUGA: Wisata Berbasis Vaksin, Seperti Apa itu? Sandiaga Uno akan Tetapkan Bali Jadi Pilot Project

 

Pada awalnya, Bayu mengelola keuangan secara manual mulai dari dari mencatat pendapatan, pengeluaran, hingga jumlah stok barang yang ada. Namun, setelah ada dua bisnis yang ia kelola, cara mengelola keuangan secara manual dinilai sudah tidak efektif lagi. 

"Pendapatan kami sempat menunjukkan angka minus dikarenakan data pendapatan, pengeluaran, dan lain-lainnya tidak tercatat dengan rapi," kata Bayu. 

Berita Terkait