Jelajah Kuliner Nusantara: DODOL, Yang Kuno, Yang Tetap Ngehit. Jajanan Apa Sih Itu?

Rabu, 27 Mei 2020 03:38 Prasasti Sanguran di Malang dodol Garut R Hendro Rpu jelajah kuliner nusantara
Jelajah Kuliner Nusantara: DODOL, Yang Kuno, Yang Tetap Ngehit. Jajanan Apa Sih Itu?
Jelajah Kuliner Nusantara: DODOL, Yang Kuno, Yang Tetap Ngehit. Jajanan Apa Sih Itu?

 foto: Wikipedia
Secara historis, catatan terkuno tentang makanan ini ditemukan di Jawa Timur. Mengutip dari historia.id, Prasasti Sanguran di Malang dari 850 saka (928 M), menyebutkan panganan (makanan kudapan) bernama tambul dan dwadwal
Tulisan dan ulasan: R Hendro Rpu

YUKBIZ.COM - Salahsatu hidangan camilan tradisional yang kebanyakan ada di toples lebaran para keluarga Indonesia, adalah Dodol.

Bahkan mungkin masih bertahan sampai beberapa hari setelah lebaran.

Selain awet, relatif mudah didapat, juga dodol masa sekarang sudah banyak dibuat dengan varian rasa, mulai dari rasa buah tertentu sampai rasa coklat; hal ini membuat dodol lestari banyak disuka berbagai kalangan dan umur.

Selain sukses melampaui jaman, Dodol adalah juga kuliner yang sukses melekat dan menjadi ikon satu kota, yakni Garut di Jawa Barat. Bahkan kata 'Dodol Garut' seakan frase tak terpisahkan di jaman ini.

BACA JUGA:

* Bagi Anda Penumpang Pesawat ke Jakarta Tak Punya SIKM, Siap–siap Karantina di GOR Cengkareng

* Kurva Pandemi Covid-19 Belum Landai, Seberapa Siapkah Indonesia Jalani Fase New Normal?

Makanan yang terbuat dari tepung ketan, gula merah, dan kelapa (santan) ini, di Garut sudah sejak lama dibuat sebagai makanan tradisional.

Akan tetapi baru pada tahun 1926 dibuat secara industri rumahan. Sejak saat itu, terus berkembang hingga kini, bahkan menjadi ikon utama kota Garut.

Pengembangan pun tidak berhenti, para pengusaha di Garut membuat berbagai varian rasa, hingga yang paling ngehit saat ini adalah 'chocodot' (coklat isi dodol).

Tidak hanya Garut, bisa dikatakan Dodol telah menjadi ikon kuliner khas Jawa Barat (urang Sunda).

Meskipun secara tradisional, makanan dodol ini dapat dijumpai di berbagai daerah di Nusantara, dengan bermacam varian rasanya pula.

Secara historis, catatan terkuno tentang makanan ini ditemukan di Jawa Timur.

Berita Terkait