Hebat, Siak Terpilih Jadi Role Model Manajemen Heritage di Asia Tenggara

Jum'at, 25 Juni 2021 03:22 management heritage clinic program Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) Siak Role Model Manajemen Heritage berita Siak Provinsi Riau
Hebat, Siak Terpilih Jadi Role Model Manajemen Heritage di Asia Tenggara
Hebat, Siak Terpilih Jadi Role Model Manajemen Heritage di Asia Tenggara

Saat ini komunitas Heritage Hero yang diisi oleh para anak muda kreatif dan akademisi berkolaborasi dengan Pemkab Siak sedang melakukan cultural mapping. 

Keberhasilannya dalam manajemen heritage berkat dukungan pemerintah Kabupaten Siak memberi ruang seluas -luasnya untuk melakukan kegiatan pelestarian. 

“Dalam proses ini yang paling utama untuk manajemen heritage itu adalah masyarakatnya, dari Siak untuk Siak. Jadi kegiatan yang sudah kita lakukan untuk itu setidaknya ada 3 yakni offline, online dan kegiatan bersama tim,” beber Cindy.

Kegiatan offline tersebut merupakan pengenalan kota terhadap masyarakat, pengenalan cagar budaya dengan cara lebih mudah, yakni bersepeda. 

“Pada masa pandemi ini masyarakat di kota Siak banyak bersepeda. Kami memanfaatkan masa pandemi ini untuk kegiatan bersepeda sambil mengenalkan cagar budaya kepada masyarakat. Kami tidak mengenalkan dengan cara berat tetapi dengan cara fun, bersepeda, mengadakan kuis dan lain- lain,” kata dia. 

Setelah bersepeda, peserta mengetahui lokasi daerah cagar budaya. 

Kemudian ia melaksakanan game seru seperti membuat peta buta dengan titik 0 istana Siak.

Mendukung kegiatan ini, Komunitas Heritage Hero melahirkan tagline: overyone can be a hero. 

Tagline ini dikampanyekan secara masif untuk mendapatkan dukungan luas dari masyarakat agar semua orang bergerak melakukan kegiatan pelestarian. 

“Setiap orang bisa jadi pahlawan untuk kotanya sendiri, sekecil apapun yang dilakukan untuk melestarikan dan mengenali kotanya, untuk kota ini kamu adalah pahlawannya,” kata Cindy. 

Pada kegiatan bersepeda itu, Komunitas Heritage Hero berhasil mengumpulkan 142 orang yang mulai peduli dengan cagar budaya di kota Siak. 

Komunitas ini menyadari, pada masa pandemi Covid 19 ini wisatawan tidak datang ke Siak.

Karena itu mereka membuat kegiatan City Tour atau jelajah virtual. Ternyata diikuti oleh 112 orang se Indonesia.

Berita Terkait