Awal Agustus, Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Menguat

Senin, 01 Agustus 2022 10:27 kurs Rupiah Dolar AS nilai tukar Rupiah
Awal Agustus, Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Menguat
Awal Agustus, Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Menguat

ILUSTRASI Rupiah (bisnis.com arief hermawan)

YUKBIZ.COM - Awal bulan, nilai tukar rupiah hari ini terhadap Dolar AS diprediksi melaju positif pada awal Agustus, Senin (1/8/2022).

Kondisi itu melanjutkan penguatan sejak akhir pekan lalu. 

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda ditutup menguat 0,59 persen atau naik 87,5 poin sehingga parkir di posisi Rp14.834 per dolar AS pada akhir Juli (31/8/2022).  

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah akan dibuka berfluktuatif dan ditutup menguat di rentang Rp14.810-Rp14.860 per dolar AS pada hari ini.  

Dari dalam negeri, ekonomi Indonesia tetap bergerak positif. Ibrahim mengatakan Indonesia justru muncul sebagai kekuatan baru ketika banyak negara mengalami gejolak.  

“Ini sesuai dengan perkiraan dari IMF, Bank Dunia maupun ADB yang memprediksi ekonomi Indonesia pada 2022 tumbuh di atas 5,2 persen,” katanya dalam riset harian dikutip Senin (1/8/2022).  

Adapun greenback terpantau volatil sepanjang pekan lalu dengan turun ke level terendah dalam enam minggu mengikuti penurunan hasil imbal hasil obligasi AS setelah data menunjukkan ekonomi AS kembali terkontraksi.

Situasi ini memicu spekulasi bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku secara agresif seperti yang diperkirakan sebelumnya. 

PDB AS pada kuartal II/2022 turun 0,9 persen yoy, melanjutkan kontraksi sebesar 1,6 persen pada kuartal I/2022. 

“Dua kuartal kontraksi berturut-turut secara luas dipandang oleh para ekonom sebagai sinyal resesi teknis,” kata Ibrahim. 

Pada bagian lain, berinvestasi dalam mata uang pasar berkembang dengan euro menghasilkan keuntungan sebanyak 29 persen tahun ini tergantung pada pilihan mata uang dengan imbal hasil yang lebih tinggi. 

Menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg, dikutip Senin (1/8/2022), keuntungan investasi di pasar negara berkembang didorong oleh penurunan 10 persen euro terhadap dolar AS, yang membuat pasangan ini seimbang untuk pertama kalinya dalam dua dekade. 

Berita Terkait